Agenda Terbaru
Profil Fakultas Hukum Ubaya
Visi
To be an innovator in business law for learning, research, and services (Menjadi innovator dalam pembelajaran, penelitian dan layanan hukum bisnis)
baca Profil Fakultas Hukum Ubaya selengkapnya...Berita Terkini
Ingin mengubah stigma ospek yang sering diidentikkan dengan kekerasan, mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) turun ke jalan kemarin (12/8). Mereka menyosialisasikan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009. Mereka ingin membangun kesadaran berlalu lintas.
selengkapnya...Ubaya Maju, Mundur Nggak Mau
“Saya melihat perkembangan Ubaya sekarang menjadi semakin maju, mundur nggak mau”. Ungkapan yang dijadikan judul berita ini adalah kesan pribadi dari Antonius Prahidis Loar,pensiunan karyawan Tata Usaha Fakultas Hukum, ketika acara pelepasan dengan WR II Ubaya A Adji Prajitno, M.S. Acara pelepasan memasuki masa pensiun Mas Anton berlangsung pada hari Sabtu, 24 Juli di ruang Pimpinan Ubaya Ngagel Surabaya.
selengkapnya...Bailout LPS Sesuai Prosedur
"Century oh Century... Indonesia oh Indonesia ... Ribut-ribut tak berujung ... Indonesia ... Gonjang-ganjing."
Sebuah klimaks, masalah teknis yang berakibat fatal. Ibarat bola panas yang menggelinding deras, semua kena batunya. Inilah uniknya sebuah iklim demokrasi Indonesia. Sebab musabab pun bergulir penyebab munculnya kasus ini. Namun, mengapa untuk sebuah bank kecil dengan aset yang juga kecil, ditambah kucuran dana yang begitu besar. Realitanya. Ini buah bibir. Kata ‘sistemik’, seakan terkenal seiring dengan gonjang-ganjing kasus Century. Apalagi, kata tersebut memiliki pasangan yang juga dibawa-bawa dalam kasus itu yaitu kata ‘krisis’. Terlalu hebat untuk kata ‘sistemik’ sehingga bisa memiliki harga 6.7 T. Tidak tanggung-tanggung. Jika nilai tersebut bila disusun ke atas dengan uang pecahan kertas Rp 100.000, maka tingginya bisa mencapai 6.700 meter. Bayangkan, dengan tinggi tersebut kita bisa membuat sebuah tugu perjuangan.
selengkapnya...Praktek Kepentingan Munculkan Markus
Maraknya kasus hukum terus bergulir mengundang perhatian dari masyrakat. Baru-baru ini yang tengah menjadi perbincangan adalah makelar kasus (markus). Pro dan kontra memberikan warna tersendiri bagi kasus yang diungkap ke media oleh mantan kabareskrim Polri, komjen(PoL) Susno Duadji. Bukan “barang baru” sebenarnya, namun markus seringkali terjadi di kehidupan kita. Sadar atau tidak sadar beberapa orang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Wisnu Dewanto, SH.,LL.M selaku dosen tetap FH Ubaya memberikan pandangannya.
selengkapnya...Tampilkan Kartini Modern Bersama Fakultas Hukum Ubaya
Seiring dengan perkembangan zaman, pandangan manusia terhadap kodrat pria dan wanita pun mulai bergeser. Kaum hawa tak lagi dibatasi oleh apa pun juga untuk mengaktualisasikan diri dalam berbagai bidang. Disadari atau tidak, hal tersebut adalah buah perjuangan seorang pelopor kebebasan kaum wanita yaitu R. A. Kartini.
selengkapnya...